Bagi orang Sumba (khususnya perempuan) seperti menenun, menganyam daun pandan untuk dijadikan tikar, tas, tempat nasi, tempat sirih pinang dsb; membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
Hal ini dikarenakan bahan dasar anyaman adalah pandan berduri (Pandanus tectorius). Waktu pengelolaan saat diambil dari pohon, dibersihkan, dicuci, dikeringkan, dijemur hingga siap untuk dianyam membutuhkan waktu yang tidak sebentar saja.
Oleh karena itu perempuan Sumba sangat dikenal dengan keuletan dan ketelatenannya, menghasilkan sesuatu dari hal-hal yang sederhana bahkan yang tidak terpikirkan banyak orang, seperti yang dilakukan mama Rambu.
Hasil anyaman biasa dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga , kebutuhan adat maupun dijual.

Terimakasih mama Rambu Padji Malairu, dari kami Sumba.TV.
“Sumba The Megalithic Island – Sumba Pulau Megalitik”.

About Author - Redaksi