“Apa yang diberikan Tuhan kepada saya itu adalah talenta, untuk bisa ukir, jadi sa harus melaksanakannya selama sa masih hidup!”.

Itulah ungkapan yang diucapkan pria berusia 73 tahun, yang sampai sekarang masih tetap mempertahankan salah satu tradisi budaya mengukir di pulau Sumba. Relief atau gambar yang diukir pada kubur batu disesuaikan dengan permintaan sang pemilik batu kubur. Ukiran dapat menceritakan kehidupan sehari-hari sang pemilik batu kubur. Mengukir kubur batu ada tradisi dari masa Megalitikum (zaman batu besar) yang masih dilakukan oleh masyarakat Sumba hingga saat ini.

Terimakasih Bapa Umbu Karudi, dari kami Sumba.TV. Panjang umur ya Bapa, biar talentanya masih bisa diteruskan ke generasi berikutnya dan tradisi ukir kubur batu tidak kami ‘tinggalkan’.

“Sumba The Megalithic Island – Sumba Pulau Megalitik”.

About Author - Redaksi